Langsung ke konten utama

Pentingnya Mengetahui Ayat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa Bagi Pemula Dibidang Akuntansi

Jurnal penyesuaian adalah suatu daftar yang mencatat perubahan saldo pada akun sementara menjadi saldo akun sebenarnya. Tujuan dari jurnal penyesuaian adalah menetapkan saldo sementara menjadi saldo Rill ( yang sebenarnya ). Alasan kenapa diperlukan jurnal penyesuaian adalah: adanya suatu keadaan dimana transaksi sudah terjadi tetapi informasi transaksi tersebut belum dicatat dalam perkiraan, dan transaksi yang sudah dicatat dalam perkiraan masih harus disesuaikan agar menjadi jurnal yang benar.
Ayat jurnal penyesuaian perusahaan jasa
Hal yang perlu disesuaikan :
1.      Perlengkapan
·         Dicatat sebagai harta : terhitung dari besaran yang terpakai
Contoh : perusahaan agus service di neraca saldo perlengkapan berjumlah Rp.625.000,00 dan di data penyesuaian sisa perlengkapan masih Rp.425.000,00. Jadi penulisnnya adalah ( 625.000 – 425.000  )
Beban perlengkapan
Rp.200.000,00
           perlengkapan
        Rp.200.000,00
·         Dicatat sebagai beban : sebesar yang tersisa
Contoh : Contoh : perusahaan agus service di neraca saldo perlengkapan berjumlah Rp.625.000,00 dan di data penyesuaian sisa perlengkapan masih Rp.425.000,00.
Perlengkapan
Rp.425.000,00
           Beban perlengkapan
        Rp.425.000,00
2.      Beban dibayar dimuka
·         Dicatat sebagai harta : sebesar yang telah menjadi beban
Contoh : akun sewa dibayar dimuka dineraca saldo bersaldo Rp.1.800.000,00 AJP 31 Desember 2016 sewa itu untuk 1 tahun terhitung 1 Mei 2016. Jadi (Mei – Agustus) 8 bulan 1 tahun 12 bulan (8/12 x 1.800.000,00)
Beban sewa
Rp.1.200.000,00
          Sewa dibayar dimuka
        Rp.1.200.000,00
·         Dicatat sebagai beban : yang belum menjadi beban
Contoh :  akun sewa dineraca saldo bersaldo Rp.150.000,00 AJP 31 Desember 2016 sewa itu untuk 3 bulan terhitung 1 november tahun 2016. Jadi november – desember 1 ( 1/3 x 150.000 )
Sewa dibayar dimuka
Rp.50.000,00
               Beban sewa
        Rp.50.000,00
3.      Pendapatan diterima dimuka
·         Dicatat sebagai Utang : yang telah menjadi pendapatan
Contoh : pada data penyesuaian ada pendapatan sewa untuk 1 tahun Rp.3.000.000,00 diterima tanggal 30 juni. Juni – desember ( 3 / 12 x 3.000.000 )
Sewa diterima dimuka
Rp.750.000,00
          Pendapatan sewa
        Rp.750.000,00
·         Dicatat sebagai pendapatan : sebesar yang belum menjadi pendapatan
Contoh :pada data penyesuaian ada pendapatan sewa untuk 2 tahun Rp.3.000.000,00 diterima tanggal 30 juni.
Pendapatan sewa
Rp.3.000.000,00
          Sewa diterima dimuka
        Rp.3.000.000,00
4.      Pendapatan yang masih diterima
Dicatat Sebesar pendapatan yang diterima
Contoh : di data penyesuaian terdapat data pekerjaan reparadi telah selesai dikerjakan, tetapi pembayaran belum diterima Rp.400.000,00
Piutang Reparasi
Rp.400.000,00
           Pendapatan reparasi
        Rp.400.000,00
5.      Beban yang masih dibayar
Dicatat sebesar utang
Contoh : pada data penyesuaian terdapat gaji belum dibayar Rp.50.000,00
Beban gaji
Rp.50.000,00
             Utang gaji
        Rp.50.000,00
6.      Aktiva tetap
Dicatat sebesat yang susut ( penyusustan )
Contoh : di data penyesuaian terdapat data penetapan penyusutan peralatan sebesar Rp.150.000,00

Beban penyusutan
Rp.150.000,00
             Akumulasi penyusutan
        Rp.150.000,00

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Prinsip 5C 5P 3R Dalam Pemberian Kredit

Menurut UU No. 7 tahun 1992 tentang pokok – pokok perbankan, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu. Kredit merupakan salah satu resiko yng muncul dalam perbankan, yang dapat menyebabkan adanya kredit macet. Kredit macet yang terjadi terutama disebabkan oleh faktor manajemen bank atau pun usaha pengkreditan dalam melakukan analisa kredit yang tidak akurat, faktor pengawasan kredit yang lemah, analisa laporan keuangan yang tidak cermat, dan kompetensi dari sumber daya manusia yang lemah.  Suatu usaha perbankan atau pun pengkreditan rakyat harus teliti dalam memberikan pinjaman berupa pengkreditan. Karna disebabkan oleh banyaknya resiko yag bisa terjadi akibat pembarian kredit kepada orang / badan yang salah . demi meminimalisir adanya resiko tersebut diperlukan prinsip 5C, 5P dan 3R sebelum memberikan pinjaman kepada debitur (pihak yang be...

Indonesia Good governance atau Bad governance ?

Good governance menurut Miftah Tnoha,2003 adalahgovernance (tata pemerintahan) yang dijalankan pemerintah, swasta dan rakyat secara seimbang, tidak sekedar jalan, melainkan harus masuk kategori yang baik (good). Jika Indonesia ingin menjadikan tata pemerintahannya baik (good governance) makan 3 komponen good governance harus melibatkan 3 komponen yaitu antara: Pemerintah, Swasta Dan Rakyat . Pemerintahan berfungsi membuat kebijakan, pengendali dan pengawas.   Swasta berperan penggerak aktif ekonomi. Rakyat merupakan objek sekaligus subjek yang berperan serta dalam sektor swasta maupun pemerintahan. Pertanyaanya adalalah apakah di indonesia sudah melibatkan komponen tersebut dalam tata pemerintahannya (governance) ? Jawabannya adalah, sudah hal ini dilihat dari adanya keterlibatan rakyat dalam memilih pemimpin dan mengritik kebijakan – kebijana yang dirasa merugikan rakyat, lalu adanya pihal – pihak swasta yang berperan dalam pendidikan serta perekonomian indonesia serta...